Respon Pemberian POC Kulit Nanas Dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Kedelai ( Glycine max L )

  • Dian permana

Abstract

ABSTRAK Tanaman kedelai (Glycine max (L.) merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak dan merupakan tanaman semusim, kedelai termasuk famili Leguminosae yang berasal dari daratan Cina tepatnya dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan pupuk organik cair kulit nanas terhadap pertumbuhan dan produksi kacan kedelai (Glycine max L) beserta interaksinya. Penelitian ini menggunaan Split Plot Design yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dengan 6 kombinasi dan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 plot dengan jumlah 120 tanaman penelitian Main Plot (petak utama) adalah pemberian pupuk kotoran sapi yang diberi dengan symbol “K”terdiri dari K0 = Tanpa Perlakuan (Kontrol) dan K1 = 1 kg/plot. Sub Plot (anak petak) adalah pemberian pupuk organik cair kulit nanas yang diberi dengan symbol “N” terdiri dari N0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), N1 = 400 ml/plot dan N2 = 800 ml/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah bunga, produksi per sampel (gr) dan produksi per plot (gr). Hasil penelitian menunjukan pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai pada tinggi tanaman (cm), jumlah daun, jumlah bunga, produksi per sampel (gr) dan produksi per plot (gr) di semua parameter yang diamati menunjukan berpengaruh nyata dimana perlakuan terbaik di dapat pada K1 (1 kg/plot). Pemberian pupuk organik cair kulit nanas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai pada tinggi tanaman (cm), jumlah daun, jumlah bunga, produksi per sampel (gr) dan produksi per plot (gr) di semua parameter yang diamati menunjukan berpengaruh nyata dimana perlakuan terbaik didapat pada N2 (800 ml/plot). Adanya interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan pupuk organik cair kulit nanas terhadap parameter yang diamati Kata Kunci :Pupuk, Organik, Kulit Nenas, Pertumbuhan, Produksi

References

DAFTAR PUSTAKA
Adisarwanto, T. 2008. Budidaya Kedelai. Penebar Swadaya. Yogyakarta. 65 hlm.
Adisarwanto, T. 2014. Kedelai Tropika: Produktivitas 3 Ton/Ha. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai di Indonesia.
Diakses dari http://bps.go.id. [01 Juli 2015]
Budi, A, Tim Ricardo, 2004. Penuntun Pengolahan Kedelai. Ricardo. Jakarta
Direktorat Jendral Tanaman Pangan. 2013. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi
Kedelai Tahun 2013. Direktorat Jendral Tanaman Pangan. Jakarta. 247 hlm.
Hadisumitro, L. M. 2002. Membuat Kompos. Jakarta : Penebar Swadaya, 54
hal
Ginting, R. B., & Ritonga, M. Z. (2018). Studi Manajemen Produksi Usaha
Peternakan Kambing Di Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe Kabupaten
Deli Serdang Sumatera Utara. Agroveteriner, 6, 93-104.
Harahap, A. S. (2018). Uji Kualitas Dan Kuantitas Dna Beberapa Populasi Pohon
Kapur Sumatera. Jasa Padi, 2(02), 1-6.
Hartatik, W. dan L.R. Widowati, 2010. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai
Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor
Hasya, Budi K, Muhammad Firdaus B.Y. dan Wahyu W. 2013. Budidaya Tanaman
Kedelai. Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Hatam, Sri Febriani. Edi Suryanto, Jemmy Abidjulu (2013). Aktivitas Antioksidan
dari Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus .L. Merr). Program Studi
Farmasi Unstrat Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi-Unstrat, Vol. 2, No.01, Hlm.8-
12
Jumrawati. 2008. Efektifitas Inokulasi Rhizobium sp.Terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Kedelai pada Tanah Jenuh Air. Dinas Pertanian Provinsi
Sulawesi Tengah.
Latifah, Riris Nurul. 2012. Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Pupuk Cair
untuk Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Alternanthera ficoides).
LenteraBio Vol. 1 No. 3.
Lubis, N., & Refnizuida, R. (2019, Januari). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik
Daun Kelor Dan Pupuk Kotoran Puyuh Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Kacang Panjang (Vigna Cylindrica L). In Talenta Conference
Series: Science and Technology (ST) (Vol. 2, No. 1, pp. 108-117)
43
2
Maulana, I. 2015. Kajian Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan
Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dan Rumput Gajah (Pennisetum
Purpureum) yang Ditanam Secara Monokultur dan Tumpang Sari. Skripsi.
Universitas Brawijaya, Malang.
Mayadewi,N. A. 2007. Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam Terhadap
Pertumbuhan Gulma dan Hasil Jagung Manis. Jurnal Agritrop. 26 (4) : 153 –
159
Mulyono, Noryawati, dkk (2013). Quantity an Quality of Bromelain in Some
Indonesian Pineapple Fruits. International Jurnal of Applied Biology and
Pharmaceutical Technology. Vol. 4, Issue-2. Hlm.234-240.
Nazariah, 2009. Pemupukan Tanaman Kedelai pada Lahan Tegalan. Balai Penelitian
Tanah, Bogor
Nisa, U.K., A. Syamsunihar, dan Usmadi. 2014. Komplementasi Pupuk K Dengan
Pupuk Kandang terhadap Hasil dan Kuantitas Bawang Merah (Allium
ascalonicum L.) di Lahan Kering. J. Pertanian 5 (5) : 1-4
Padjar. 2010. Kedelai setelah satu dekade. Majalah tempo.
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/03/29/EB/mbm.010.id.h tml.
Diakses pada tanggal 5 Juli 2015
Pranata, Ayub S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik.
AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Rodina, N., 2014.Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan
Tanaman Jagung (Zea Mays L.)Pada Tanah Humus. Yayasan Bakti
Muslimin Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian. Amuntai
Salim, Takiyah. 2008. Pemanfaatan Limbah Industri pengolahan dodol Nanas
Sebagai Kompos Dan Aplikasi Pada Tanaman Tomat. Jurnal Purifikasi. Vol.
7. No. 2.
Siregar, D. J. S. (2018). Pemanfaatan Tepung Bawang Putih (Allium Sativum L)
Sebagai Feedadditif Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Ayam Broiler. Jurnal
Abdi Ilmu, 10(2), 1823-1828.
Sumarno dan A. G. Manshuri. 2007. Persyaratan Tumbuh dan Wilayah Produksi
Kedelai di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. 74-103.
Susi. Dkk. 2015. Pengujian Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Cair (POC)
Limbah Kulit Nenas. Jurnal Ilmiah Pertanian. Vol. 14 No 2. Februari 2018.
Sutedjo, Mdan G. Kartasapoetra. 2006. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka
Cipta.
44
3
Sutomo, 2011. Kedelai Budidaya dan Pascapanen. Penebar Swadaya. Jakarta. 34 hlm
Suyamto dan I. N. Widiarta. 2015. Kebijakan Pengembangan Kedelai Nasional.
Prosiding Simposium dan Pameran Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi.
Pusat Penelitian dan pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. 1-14.
Wijaya, K. A., 2008. Nurisi Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resistensi
Alami Tanaman. Prestasi Pustaka, Jakarta
Yanti, Linda (2008). Teknologi Pengolahan Nanas Berbasis Industri Pedesaan.
Makalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Yuwono, D., 2007.
Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta
Published
2019-06-21
How to Cite
PERMANA, Dian. Respon Pemberian POC Kulit Nanas Dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Kedelai ( Glycine max L ). Kumpulan Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas sains dan Tekhnologi, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 398, june 2019. Available at: <https://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/fastek/article/view/2216>. Date accessed: 17 aug. 2022.