PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG LIMBAH TEMPE DALAM CAMPURAN RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS PADA ITIK (ANAS SP)

  • Unedo Yudistira Manalu

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah tempe dalam campuran ransum terhadap bobot hidup, bobot karkas, bobot non karkas, presentase karkas, dan presentase non karkas pada itik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor Dry Old Duck (DOD) dengan bobot rata-rata 48,42 g. Ransum yang diberikan ransum terdiri dari dedak jagung, dedak padi, bungkil inti sawit, bungkil kelapa, tepung ikan, tepung imbah tempe, bungkil kedelai, top mix, minyak kelapa. Dan tepung limbah tempe disusun dengan kandungan protein kasar 16-17% dan energi metaboisme 3000kkal/kg untuk periode stater dan protein kasar 15,5% dan energi metaboisme 3000kkal/kg untuk periode grower. Perakuan terdiri dari P0 (kontro), P1 (tepung limbah tempe 5%), P2 (tepung limbah tempe 10%), P3 (tepung limbah tempe 15%). Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap non faktorial terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung limbah tempe dalam campuran ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap bobot potong, bobot non karkas, dan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terjadi pada bobot karkas dan persentase karkas, sedangkan pada persentase non karkas mengalami perbedaan nyata (p<0,05) Kata kunci : Dry Old Duck (DOD) , tepung limbah tempe, bobot hidup, bobot karkas, bobot non karkas, presentase karkas, presentase karkas.

References

DAFTAR PUSTAKA
Ambara A.A.,I. N.Suparta, & I. M.Suasta. 2013. Performanitik Cili(persilangan
itik peking x itik bali) umur 1-9 minggu yang diberiransum komersial
dan ransum buatan dibandingkan itik bali. JurnalPeternakan Tropika:
1(1): 20-33.
Amrullah, I. K. 2004. Nutrisi Ayam Petelur. Cetakan ke-3.Bogor : Lembaga Satu
Gunung Budi.
Anggorodi, R. 2005. Kemajuan Mutakhir dalam Ilmu Makanan Ternak Unggas.
Antarlina, S. S. 2009. Karakteristik sifat fisik dan kimia kedelai local .Buletin
Plasma Nutfah, 15: 80-90
Bachtiar, R. (2018, October). ANALYSIS A POLICIES AND PRAXIS OF LAND
ACQUISITION, USE, AND DEVELOPMENT IN NORTH SUMATERA.
In International Conference of ASEAN Prespective and Policy (ICAP) (Vol. 1,
No. 1, pp. 344-352).
Departemen Kesehatan RI, DIR.Bin.Gizi, masyarakat dan puslitbang gizi,1991.
Komposis zat gizi pangan Indonesia.
Hakim, Rahman, 2014.” Penuntun ilmu ternak unggas” . Jurusan Ilmu
Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam
Negeri Alauddinn Makassar.
Indira, S. S. Landscape Architectonic Intervention Towards Climate Change
Adaptation To Sustainable Cultural Landscape of The Port City
Belawan. Safeguarding Cultural Heritage: Challenges and Approaches, 169.
Iskandar S.,S. N. Vanvan, D. M. Suci, & A. R. Setioko. 2001. Adaptasi biologis
itik jantan muda lokal terhadap ransum berkadar dedak padi tinggi.
Koswara, S. 2005. Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadikan Makanan Bermutu.
Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. 131 hlm.
Latifah, Syahruni, and Hadju V. 2001 Formula tepung tempe dan
KandunganGizinya (The Tempe Formula and its nutrition contents).
Makassar:Pusat Studi Pangan, Gizi, dan Kesehatan, 2001..
Lestari, K. (2018). Improving students’ achievement in writing narrative text through
field trip method in ten grade class of man 4 Medan (Doctoral dissertation,
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).
Lubis, A. R., & Sembiring, M. (2019). Berbagai Dosis Kombinasi Limbah Pabrik
Kelapa Sawit (LPKS) dengan Limbah Ternak Sapi (LTS) terhadap
Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis (Zea mays SaccharataStruth).
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 22(2), 116-122.
Lubis, A. R. (2018). KETERKAITAN KANDUNGAN UNSUR HARA
KOMBINASI LIMBAH TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS.
JASA PADI, 3(1), 37-46
Nout MJR, Kiers Jl., 2005. Tempe Fermentation, innovation, and functionality:5.
Puji, R. P. N., Hidayah, B., Rahmawati, I., Lestari, D. A. Y., Fachrizal, A., &
Novalinda, C. (2018). Increasing Multi-Business Awareness through “Prol
Papaya”Innovation. International Journal of Humanities Social Sciences and
Education, 5(55),2349-0381.
Putra, K. E. (2018, March). The effect of residential choice on the travel distance and
the implications for sustainable development. In IOP Conference Series: Earth
and Environmental Science (Vol. 126, No. 1, p. 012170). IOP Publishing.
Saifudin. 2000. Perbedaan produksi karkas dan karakteristik daging dada dan paha
itik dan entok pasca perebusan. Skripsi, Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan
Ternak. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sasongko, & S. Harimurti. 1998. Relationship of sex, age, and body weight to
local duck carcass yield. Jurnal Buletin Peternakan.
Yogyakarta(ID)Universitas Gadjah Mada.
Sigit, F. F. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Properti pada
Perumahan Berkonsep Cluster (Studi Kasus Perumahan J City).
Sinurat, 2000.Kebutuhan komposisi pakan serta PK dan EM pada itik DOD
Starter-Finisher.
Sitepu, S. M. B. (2016). Strategi Pengembangan Agribisnis Sirsak di Kabupaten Deli
Serdang (Studi Kasus Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu).
Syahputra, B. S. A., Sinniah, U. R., Ismail, M. R., & Swamy, M. K. (2016).
Optimization of paclobutrazol concentration and application time for increased
lodging resistance and yield in field-grown rice. Philippine Agricultural
Scientist, 99(3), 221-228.
Sulardi, T., & Sany, A. M. (2018). Uji pemberian limbah padat pabrik kopi dan urin
kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum
esculatum). Journal of Animal Science and Agronomy panca budi, 3(2).
Standar Nasional Indonesia. 2009. kumpulan Standar NasionalIndonesia
(Subsektor peternakan jilid I ) Ditjen Peternakan, Jakarta.
Sturkie, P. 2000. Avian Physiology.Academic Press, San Diego, CA.
Sumarni. 2015. Evaluasi ransum yang menggunakan kombinasi pollard dan
duckweed terhadap persentase berat karkas, bulu, organ
dalam,lemakabdominal, panjang usus dan sekum ayam kampung.Skripsi.
Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sumiati, y. arius dan R. mutia. 2005. Persentase karkas dan non karkas itik
mandalung yang diberi tepung singkong dalam ransum. Hlm. 281-288.
Prosidins lokakarya nasional unggas air II,16-17 November 2005
Suyanto. 2013. Profil organ dalam serta histopatologi usus dan hati ayam kampung
terinfeksi cacing Ascaridia galli yang diberi tepung daun jarak (jathropa
curcas l.). Skripsi. Program Studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor,
Bogor.
Tungka, R dan Budiana.2009.Itik Peking Pedaging Unggul.Penebar swadaya,
Jakarta.
Warisman, A. P., Setyaningrum, S., & Siregar, D. J. S. Efektivitas Campuran Ekstrak
Daun Ruku-Ruku, Daun Serai dan Daun Jeruk Purut terhadap Kualitas Interior
Telur Puyuh. PROSIDING, 51
Yuwanta, T. 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanius, Yogyakarta.
Zendrato, D. P., Ginting, R., Siregar, D. J. S., Putra, A., Sembiring, I., Ginting, J., &
Henuk, Y. L. (2019, May). Growth performance of weaner rabbits fed dried
Moringa oleifera leaf meal. In IOP Conference Series: Earth and
Environmental Science (Vol. 260, No. 1, p. 012058). IOP Publishing.
Published
2019-06-22
How to Cite
MANALU, Unedo Yudistira. PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG LIMBAH TEMPE DALAM CAMPURAN RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS PADA ITIK (ANAS SP). Kumpulan Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas sains dan Tekhnologi, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 447, june 2019. Available at: <https://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/fastek/article/view/2369>. Date accessed: 10 aug. 2022.